TEMANGGUNG – Menjawab kebutuhan pasar akan camilan sehat bebas zat kimia, tiga inovator muda—Keysa Fahru Nisa, Kamilatul Mu’awanah, dan Desta Fahma Nathania—menciptakan Rosering (Rengginang Rosella Alami). Produk ini resmi diajukan dalam ajang Krenova Kabupaten Temanggung sebagai langkah modernisasi pangan tradisional.
Inovasi ini mengganti penggunaan pewarna sintetis berbahaya dengan ekstrak alami bunga rosella, sekaligus mendongkrak daya tarik visual rengginang agar lebih diminati generasi muda.
Keunggulan dan Hasil Uji Teknis
Berdasarkan dokumen Proposal Rosering - keysa fahru nisa.pdf, produk ini menawarkan keunggulan multi-aspek:
- Tampilan Estetik & Alami: Kandungan pigmen antosianin dari kelopak rosella mengubah warna rengginang menjadi ungu alami yang memikat.
- Nutrisi Tambahan: Selain mempercantik visual, ekstrak rosella memberikan nilai plus berupa kandungan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
- Warna Teruji Pekat: Melalui uji eksperimen berskala 1–7, kepekatan warna Rosering sukses mencapai skala ke-6 (ungu tua pekat), membuktikan warna tetap tajam setelah melalui proses pengeringan dan penggorengan.
Analisis Usaha & Potensi UMKM
- Komposisi Produksi: Dibuat dari formula 1 kg beras ketan, 40 batang rosella, bawang putih, garam, dan air. Proses pencampuran warna dilakukan saat ketan selesai dikukus setengah matang sebelum dijemur 2–3 hari.
- Nilai Ekonomis Tinggi: Dengan modal produksi yang sangat efisien sebesar Rp72.000,- per siklus, pelaku usaha dapat menghasilkan 35–40 buah rengginang siap santap.
- Harga Jual Kompetitif: Rosering diproyeksikan dijual dengan harga berkisar Rp10.000,- hingga Rp12.000,- per kemasan (isi 5 buah).
Saat ini Rosering berada pada tahap pengembangan dan uji coba pasar. Inovasi ini ditargetkan menjadi percontohan bagi pelaku UMKM di Temanggung dalam memanfaatkan potensi tanaman lokal menjadi produk kuliner yang sehat, bernilai jual tinggi, dan siap bersaing di pasar modern.
BAPPERIDA