TEMANGGUNG – Guna mengoptimalkan capaian ASI eksklusif dan menyiasati tingginya beban kerja tenaga kesehatan, tim peneliti Kabupaten Temanggung menciptakan inovasi alat kesehatan bernama "ROKTRIK-ASI" (Rompi Elektrik untuk Stimulasi Pengeluaran ASI) dalam ajang Krenova 2026. Alat ini digagas oleh Eka Ratnawati, Endang Susilowati, Wisnu Darojat, dan Yenita Sihombing.
Inovasi ini lahir karena hasil survei menunjukkan 52,6% bidan dan perawat tidak sempat melakukan pijat oksitosin manual akibat tingginya beban kerja. Padahal, tiga hari pertama pascamelahirkan merupakan golden period (masa emas) stimulasi hormon untuk melancarkan laktasi. ROKTRIK-ASI hadir menggantikan peran tersebut dengan meniru gerakan pijatan tangan manusia lewat 14 unit motor pijat yang posisinya disesuaikan dengan antropometri berat badan ibu (50–80 Kg).
Keunggulan utama rompi berbahan mesh premium ini adalah sistem web control berbasis Wi-Fi yang terhubung ke smartphone. Melalui sistem ini, bidan dapat memantau durasi pijat dari jarak jauh sembari merawat pasien lain. Kehadiran alat ini memangkas waktu kerja perawat secara drastis, dari yang semula 20 menit untuk pijat manual menjadi hanya 2 menit untuk pengaturan alat.
Berdasarkan uji klinis pada 95 pasien di RSK Ngesti Waluyo Parakan sepanjang Juni–November 2025, ROKTRIK-ASI terbukti memiliki kesetaraan medis dengan pijat manual dalam memperbaiki konsistensi payudara dan menurunkan persentase ASI macet dari 25% ke 15%. Purwarupa alat ini rampung dengan total anggaran produksi Rp10.950.000,00. Memasuki tahun 2026, tim fokus pada pengajuan hak paten serta persiapan produksi massal agar rompi elektrik ini bisa segera diadopsi luas oleh fasilitas kesehatan maupun masyarakat umum.
BAPPERIDA