TEMANGGUNG – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Temanggung resmi memperkenalkan inovasi pengelolaan limbah domestik bertajuk "Lintas Tebas Plus" (Lumpur Tinja Terkuras Temanggung Bagas Waras). Program yang dipimpin langsung oleh Kepala DPRKPLH Temanggung, Dwi Sukarmei, S.T., M.T., ini mengintegrasikan layanan teknologi informasi dengan pengolahan limbah ramah lingkungan.
Inovasi ini digagas untuk mengatasi rendahnya rutinitas penyedotan tangki septik di masyarakat yang memicu risiko pencemaran lingkungan dan penyebaran penyakit seperti diare. Melalui "Lintas Tebas Plus", sistem pengelolaan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) diubah dari metode konvensional menjadi semi-mekanis yang terbukti lebih cepat, aman, efisien, dan berkelanjutan.
Keunggulan Sistem dan Sinergi Lintas Sektor
Program unggulan daerah ini menawarkan skema operasional yang transparan dan komprehensif dari hulu ke hilir dengan sejumlah keunggulan utama:
1. Layanan Siaga 24/7: Pelayanan penyedotan lumpur tinja yang terjadwal dan terorganisir untuk seluruh wilayah di 20 kecamatan.
2. Kepastian Tarif Resmi: Penentuan biaya administrasi yang akuntabel tanpa biaya tersembunyi, mengacu langsung pada regulasi Perda Nomor 1 Tahun 2026.
3. Pemanfaatan Hasil Olahan: Lumpur tinja yang terkumpul tidak dibuang begitu saja, melainkan diproses menjadi pupuk kompos untuk menyuburkan tanaman pada Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik.
Keberhasilan program ini didukung oleh pendekatan kolaborasi multihelix yang kuat, melibatkan unsur pemerintah daerah, akademisi dari UNNES dan INISNU, komunitas SAPA (Sahabat Ansor Peduli Alam), tokoh agama, serta jalinan kemitraan bersama 7 pelaku usaha jasa penyedotan swasta dari dalam dan luar Provinsi Jawa Tengah.
Capaian dan Dampak Nyata
Sejak diterapkan, inovasi ini memberikan hasil yang terukur bagi daerah. Layanan penyedotan tinja meningkat signifikan dari 773 KK menjadi 1.203 KK, diiringi produksi pupuk kompos mencapai 14 ton. Program ini juga sukses menaikkan target akses sanitasi aman warga menjadi 0,85%, berkontribusi menurunkan angka kasus diare, serta berhasil mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi layanan hingga mencapai Rp34 juta.
Masyarakat yang ingin mendaftarkan pemukimannya untuk mendapatkan layanan penyedotan terjadwal secara berkala dapat mengakses sistem informasi pendaftaran digital secara online atau menghubungi saluran resmi DPRKPLH Kabupaten Temanggung
BAPPERIDA