TEMANGGUNG – Pemerintah Desa Kalibanger, Kecamatan Gemawang, meluncurkan inovasi KIFARM (Kalibanger Integrated Farming Management) dalam ajang Krenova Kabupaten Temanggung 2026. Program yang digagas oleh Muhamad Akmalul Jihad, Muhamad Andi Oka, Daffa Fakhri Maulana, Fikri Wahiddinsyah, dan Yahya Yusron Naufal ini hadir untuk memutus ketergantungan warga pada pertanian musiman yang rentan terhadap fluktuasi pasar.
KIFARM mengintegrasikan dua sektor sekaligus di wilayah dataran tinggi Temanggung:
- Sektor Perikanan: Budidaya ikan lele dan nila unggul menggunakan kolam terpal.
- Sektor Pertanian: Budidaya tanaman hortikultura berupa cabai rawit dan cabai keriting.
Melalui prinsip ekonomi sirkular, limbah dari satu sektor diolah kembali untuk sektor lainnya sehingga proses produksi menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan.
Inovasi ini dirancang sejak Januari 2025 dengan pendampingan ilmiah dari Universitas Gadjah Mada (UGM), lalu mulai diterapkan secara swadaya oleh masyarakat sejak September 2025. Agar pengelolaannya profesional dan berorientasi profit jangka panjang, operasional program ini diserahkan kepada BUMDes Kalibanger.
Dengan total alokasi anggaran sebesar Rp162.000.000,00, dana tersebut dibagi ke dalam empat pos utama:
- Bidang Perikanan: Rp74.000.000,00 (kolam, bibit, dan pakan).
- Bidang Pertanian: Rp40.000.000,00 (lahan, bibit cabai, dan pupuk).
- Operasional & Manajemen: Rp43.000.000,00 (tenaga kerja, logistik, dan monitoring).
- Keberlanjutan Program: Rp5.000.000,00 (pelatihan warga, penguatan BUMDes, dan promosi).
Meski terhitung baru, KIFARM sukses membuka lapangan kerja baru bagi usia produktif, meningkatkan keterampilan budidaya warga, serta mendongkrak pendapatan desa. Ke depan, Pemdes Kalibanger membidik pengembangan produk turunan, pengurusan sertifikasi resmi, hingga proyeksi kawasan ini sebagai destinasi wisata edukasi yang siap direplikasi oleh desa-desa lain.
BAPPERIDA