TEMANGGUNG – Menjawab tantangan promosi di era digital, sebuah platform katalog terpusat bernama Jambon Market resmi diperkenalkan dalam ajang Lomba Krenova Kabupaten Temanggung 2026. Platform ini hadir untuk menyatukan informasi ribuan pelaku UMKM lokal yang selama ini masih tersebar, sehingga menyulitkan konsumen dalam mencari produk khas daerah secara cepat.
Inovasi teknologi informasi ini digagas oleh Doni Billy Santoso, pelaku usaha asal Banyuurip, Kecamatan Temanggung. Terinspirasi dari kendala pemasaran usaha pribadinya, Doni merancang jambonmarket.com dengan mengutamakan kesederhanaan agar mudah diakses oleh pelaku usaha lintas usia. Situs berbasis WordPress ini menyediakan fitur profil usaha, galeri produk, serta tombol kontak langsung via WhatsApp dan Instagram secara gratis tanpa potongan komisi transaksi.
Proses pengembangan platform ini tergolong sangat efisien, dengan total anggaran satu tahun hanya sebesar Rp1.247.000,00 untuk paket layanan web. Meskipun pada tahap awal Mei 2026 ini pengumpulan data masih difokuskan di wilayah Kecamatan Temanggung, platform ini diproyeksikan mampu menjangkau seluruh kecamatan hingga membantu produk lokal menembus pasar ekspor di masa depan.
Melalui nama "Jambon" yang unik dan mencolok, inovasi ini diharapkan mampu membangun ekosistem ekonomi digital daerah yang solid. Doni pun membuka peluang kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Temanggung dan komunitas lokal agar data UMKM yang terstruktur ini dapat digunakan untuk keperluan pembinaan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.
BAPPERIDA