TEMANGGUNG – Menjawab keresahan petani terkait mahalnya harga pupuk kimia dan penurunan kesuburan tanah, Kelompok Soilmates memperkenalkan inovasi pertanian berkelanjutan bernama GROGAH (Grow With PGPR Akar Rumput Gajah) dalam ajang Krenova 2026. Formula pupuk organik cair (POC) ini digagas oleh dua pemuda lokal, Fely Aprilia dan Ela Indriyani.
GROGAH merupakan pengembangan dari pupuk Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang memanfaatkan akar rumput gajah sebagai bahan utama fermentasi menggantikan akar bambu. Bahan ini dipilih karena melimpah dan tersedia di semua musim. Selain itu, akar rumput gajah mengandung bakteri Serratia yang mampu merangsang percepatan pertumbuhan sel tanaman untuk mendongkrak hasil panen.
Inovasi ini ditargetkan menjadi alternatif pupuk ramah lingkungan yang mampu menekan penggunaan pupuk kimia hingga 50%. Secara fungsional, formula GROGAH mengandalkan lima keunggulan bakteri, yaitu fiksasi nitrogen untuk mengurangi urea, pelarutan fosfat terikat, produksi fitohormon pemicu tunas, penghasil siderofor untuk serapan zat besi, serta sebagai biokontrol penekan patogen tanah.
Sebagai langkah penerapan di masyarakat, Kelompok Soilmates telah aktif melakukan sosialisasi dan edukasi langsung kepada para petani mengenai manfaat, bahan baku, hingga cara penggunaan GROGAH. Melalui inovasi ini, biaya produksi pertanian diharapkan dapat ditekan secara signifikan sekaligus mengembalikan kesuburan alami tanah dalam jangka panjang.
BAPPERIDA