TEMANGGUNG – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Temanggung resmi menghadirkan inovasi pelayanan publik teranyar bernama GEMPITA (Gerakan Melayani Penduduk Rentan Administrasi Kependudukan). Inovasi proaktif ini sengaja dirancang untuk mengikuti Lomba Krenova yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung pada tahun 2026.
Langkah ini diambil sebagai solusi konkret untuk mengatasi tantangan geografis Kabupaten Temanggung yang didominasi oleh dataran tinggi, perbukitan, dan lereng pegunungan curam. Kondisi medan yang sulit dan keterbatasan transportasi selama ini kerap menjadi barrier atau kendala bagi masyarakat terpencil dalam mengurus dokumen kependudukan.
Mengusung Prinsip No One Left Behind
Meskipun capaian kepemilikan dokumen kependudukan di Kabupaten Temanggung hingga April 2026 telah menyentuh angka luar biasa di atas 99 persen, masih ada sebagian kecil masyarakat yang belum terlayani. Mereka umumnya masuk dalam kategori penduduk rentan, seperti lansia, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), penyandang disabilitas, warga yang sedang sakit, hingga warga binaan pemasyarakatan.
Kepala Dinas Dukcapil Temanggung menegaskan bahwa GEMPITA mengusung prinsip utama no one left behind—artinya, tidak boleh ada satu pun warga yang tertinggal atau terabaikan dalam memperoleh hak identitas hukumnya. Perubahan paradigma pelayanan yang awalnya pasif menunggu masyarakat datang, kini diubah total menjadi pelayanan aktif lewat sistem jemput bola secara berkala.
Mekanisme Kerja Jemput Bola yang Kolaboratif
Inovasi GEMPITA bergerak berdasarkan laporan riil yang masuk dari pihak keluarga, masyarakat, pemerintah desa/kelurahan, maupun instansi terkait melalui aplikasi atau tautan khusus GEMPITA.
Setelah laporan diverifikasi, Tim GEMPITA akan langsung bergerak mendatangi lokasi sasaran. Tidak hanya menyasar rumah-rumah warga, pelayanan jemput bola ini juga menjangkau lokasi khusus seperti:
- Rumah Sakit
- Puskesmas
- Panti Sosial
- Rumah Tahanan (Rutan)
Di lokasi, petugas melakukan perekaman data biometrik (seperti KTP-el) dan pengurusan dokumen lainnya secara langsung. Jika ditemukan kendala teknis biometrik di lapangan, tim di lapangan akan langsung berkolaborasi fleksibel dengan tenaga medis atau Puskesmas setempat untuk menerbitkan surat keterangan pendukung. Hebatnya, seluruh rangkaian layanan komprehensif ini dipastikan gratis alias tanpa biaya sama sekali.
Didukung Anggaran Berkelanjutan
Komitmen Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam menjamin keberlanjutan program ini terlihat jelas dari alokasi anggaran yang dikucurkan secara bertahap sejak branding inovasi ini dimulai.
- Tahun 2024: Anggaran dialokasikan untuk operasional perjalanan dinas, pengadaan printer kartu Evolis, dan alat iris scanner.
- Tahun 2025: Anggaran diarahkan untuk penambahan 2 unit printer kartu Magicard dan sarana pendukung lainnya.
- Tahun 2026: Anggaran difokuskan pada pemeliharaan berkala alat pelayanan administrasi kependudukan agar performa pelayanan jemput bola tetap prima.
Melalui sinergi lintas sektor dan publikasi kegiatan yang kekinian di media sosial oleh para petugas, GEMPITA diharapkan tidak hanya meningkatkan cakupan kepemilikan dokumen hukum secara merata, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik Pemkab Temanggung yang humanis dan inklusif.
BAPPERIDA