TEMANGGUNG – Masalah rendahnya kemampuan dasar berhitung di kalangan pelajar masih menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan. Mengamati kondisi di mana tidak sedikit siswa tingkat SMP hingga SMA yang belum menguasai operasi matematika dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, Eduplay Zone Parakan meluncurkan sebuah terobosan baru bernama "Takukaba Go Digital". Inovasi ini hadir sebagai solusi pembelajaran interaktif berbasis gawai (gadget) untuk memicu kembali minat dan rasa percaya diri anak dalam belajar matematika.
Inovator Takukaba Go Digital, Ita Nursari, mengungkapkan bahwa salah satu pemicu rendahnya literasi numerasi adalah metode pembelajaran konvensional yang monoton, sehingga anak cenderung cepat bosan. Menjawab tantangan tersebut, Eduplay Zone mengadopsi metode pembelajaran berbasis gim (game-based learning). Takukaba Go Digital menyediakan materi yang dikemas ke dalam lebih dari 50 variasi gim interaktif lewat platform ZepQuiz. Sistem pembelajarannya dirancang secara bertahap (step-by-step learning) menggunakan simbol konsisten yang selaras dengan kurikulum sekolah formal.
"Metode ini memungkinkan anak-anak belajar secara sistematis mulai dari pengenalan dasar hingga mahir pembagian tanpa merasa terbebani. Aksesnya pun sangat fleksibel, menggunakan sistem web berbasis Wi-Fi yang bisa diakses secara mandiri maupun kolaboratif bersama orang tua dan tutor di rumah maupun bimbingan belajar," ujar Ita Nursari dalam proposalnya.
Menariknya, pengembangan inovasi lokal asal Kabupaten Temanggung ini sempat mengalami dinamika unik. Ketika mengenalkan Takukaba lewat media sosial TikTok pada awal Januari 2026, antusiasme tinggi justru pertama kali datang dari pelaku bimbingan belajar di luar daerah. Hal ini merefleksikan kebutuhan yang besar terhadap model bisnis bimbel baru yang kompetitif di era digital. Berangkat dari uji coba terbatas kepada enam peserta didik, inovasi gim ini terbukti sukses meningkatkan antusiasme, keaktifan, dan fokus belajar anak secara signifikan.
Tidak sekadar memproduksi produk digital, Eduplay Zone mengintegrasikan inovasi ini menjadi model bisnis pendidikan terpadu, lengkap dengan strategi pemasaran, alur akses gim yang unik, hingga penyediaan suvenir (merchandise) pendukung branding. Untuk merealisasikan proyek ini, total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp13.871.000,00, yang mencakup tahap pencarian ide, pembuatan produk, operasional uji coba, pembenahan perangkat jaringan, hingga rencana pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebesar Rp6,1 juta.
Ke depan, Eduplay Zone berencana memperkuat legalitas hukum paten dasar metode Takukaba dan konsep digitalnya melalui koordinasi dengan Baperrinda Kabupaten Temanggung. Setelah legalitas terpenuhi, inovasi lokal ini ditargetkan siap direplikasi secara nasional melalui sistem kemitraan (partnership) terstruktur guna mencetak generasi muda yang unggul dalam literasi numerasi.
BAPPERIDA