TEMANGGUNG – Sebagai daerah penghasil komoditas kopi terbesar di Jawa Tengah yang menyumbang sekitar 50% produksi tingkat provinsi, Kabupaten Temanggung menghadapi tantangan besar dalam penanganan limbah hasil pascapanen. Faktanya, proses pengolahan biji kopi menghasilkan limbah kulit kopi (cascara) mencapai 45% yang berpotensi mencemari lingkungan jika dibiarkan menumpuk.
Melihat keresahan tersebut, tim inovator muda dari SMK Negeri 1 Temanggung yang beranggotakan Artika Dwi Respriyanti, Meylinda Vira Magfiroh, dan Roro Ayu Aminati menciptakan CASEPT. Inovasi ini menyulap limbah kulit kopi menjadi gel bio antiseptik alami yang ramah lingkungan, aman bagi kulit sensitif, dan bernilai ekonomis tinggi. Karya ilmiah ini resmi diajukan untuk bersaing dalam ajang Lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) Kabupaten Temanggung Tahun 2026.
Manfaatkan Senyawa Aktif Melalui Metode Maserasi
Berdasarkan dokumen proposal CASEPT, kulit kopi dipilih karena memiliki kekayaan senyawa bioaktif antimikroba yang melimpah. Kandungan tersebut meliputi antioksidan dan polifenol berupa antosianin, tanin, flavonol, flavan-3-ol, asam hidroksisinamat, serta kafein.
"Kami mengembangkan produk ini menggunakan metode maserasi dengan etanol 96% untuk mengekstrak zat aktif kulit kopi. Metode ini dipilih karena lebih sederhana dan terbukti mempertahankan kandungan flavonoid serta antioksidan dengan sangat baik dibandingkan proses fermentasi," tulis tim penyusun dalam proposalnya.
Ekstrak kental murni yang didapat kemudian dikombinasikan dengan bahan dasar gel terukur yang terdiri dari Hydroxyethyl Cellulose (HEC) 1% sebagai basis gel, nipagin 0,2%, serta gliserin.
Spesifikasi Produk dan Hasil Uji Laboratorium
Melalui pengujian mutu di Laboratorium Kimia Analitik dan Mikrobiologi sekolah, CASEPT menunjukkan spesifikasi mutu yang stabil:
- Karakteristik Organoleptik: Memiliki bentuk gel homogen, berwarna kuning pucat, bertekstur lembut di tangan, serta memiliki aroma khas kopi yang menenangkan.
- Tingkat Keseimbangan pH: Berada pada angka 5, yang dikategorikan sebagai asam lemah sehingga aman dan tidak memicu iritasi pada kulit sensitif.
- Uji Efektivitas Sterilitas: Hasil pengujian usap (swab test) media biakan bakteri membuktikan bahwa baik formula Gel A (maserasi 24 jam) maupun Gel B (maserasi 48 jam) mampu membunuh sebagian besar bakteri pada tangan secara signifikan layaknya alkohol pembanding 70%.
Peluang Bisnis Sirkular Ekonomis
Saat ini, status kesiapan produk CASEPT berada pada fase uji coba formulasi dan evaluasi stabilitas sebelum diproduksi dalam skala besar untuk komersialisasi. Namun, dari segi ekonomi sirkular, produk ini menawarkan peluang usaha kreatif yang menjanjikan bagi masyarakat lokal.
Biaya produksi per botol (ukuran sampel 50 gram kulit kopi) dirinci dengan sangat ekonomis:
- Biaya Bahan & Kemasan: Kulit kopi (Rp0,-), Air (Rp500,-), Gliserin (Rp350,-), HEC (Rp235,-), Nipagin (Rp140,-), dan Botol Pump (Rp2.000,-).
- Biaya Produksi Operasional: Rp3.000,-.
- Total Biaya Produksi: Rp6.225,- per botol dengan proyeksi harga jual yang sangat terjangkau yaitu Rp6.500,-.
Melalui inovasi CASEPT, para siswa SMKN 1 Temanggung tidak hanya berhasil mengusung gerakan back to nature, tetapi juga memberikan contoh nyata bagaimana mengolah tumpukan sampah organik sekunder menjadi produk sanitasi kesehatan yang murah, bernilai guna, dan berkelanjutan.
BAPPERIDA