Temanggung - 26 Mei 2025, bertempat di Ruang Sindoro dan Sumbing Bappeda, Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) bekerjasama dengan Bappeda Kabupaten Temanggung menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Model Agroindustri Gula Semut untuk Meningkatkan Nilai Tambah dan Ekonomi Lokal di Jawa Tengah”. Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, peneliti, dan pelaku usaha lokal dalam mengembangkan komoditas unggulan daerah.
FGD ini menghadirkan lima peneliti dari BRIN, jajaran dinas terkait, camat, kepala desa dari wilayah sentra nira aren, serta para pengrajin gula semut. Diskusi dibuka oleh Kepala Bappeda Kabupaten Temanggung, Dr. Hendra Sumaryana, M.T., yang menegaskan pentingnya penguatan agroindustri gula semut sebagai tulang punggung ekonomi lokal yang berkelanjutan.
“Temanggung memiliki potensi besar dalam produksi gula aren, menyumbang hingga 21,52?ri total produksi Jawa Tengah. Ini harus dimanfaatkan secara optimal melalui pendekatan industri yang efisien dan berdaya saing,” ujarnya.
FGD juga menampilkan pemaparan dari peneliti BRIN yang berasal dari Pusat Riset Teknologi Tepat Guna, Sandi Darniadi, S.P., M.T., Ph.D., yang menyoroti pentingnya inovasi teknologi dalam pengolahan gula semut. Beliau memaparkan cara yang tepat untuk menjaga kualitas nira aren untuk menghasilkan gula semut yang berkualitas baik dan perlatan yang dapat digunakan oleh petani serta pengrajin gula semut untuk menjaga kualitas produk. Beliau memperkenalkan berbagai peralatan modern seperti evaporator hampa udara dan oven pengering yang mampu menjaga kualitas dan efisiensi produksi. Tak hanya itu, Sandi juga menjelaskan potensi produk turunan seperti minuman serbuk, permen, dan cokelat berbahan dasar gula aren yang menjanjikan nilai ekonomi lebih tinggi.
Moderator FGD, Prof. Dr. Ir. Yusuf, MP., turut menyampaikan hasil sementara penelitian yang telah dilakukan dan praktik baik dari Kabupaten Maros yang sukses mengembangkan industri serupa. Diskusi berlangsung interaktif dengan banyak masukan dari peserta, mulai dari kebutuhan bibit unggul hingga pentingnya regulasi dan akses pembiayaan.
Kesimpulan utama dari kegiatan ini adalah pentingnya kolaborasi lintas sektor dari pemerintah, peneliti, dan masyarakat dalam mewujudkan model agroindustri gula semut yang kuat, adaptif, dan mendukung kesejahteraan petani lokal.
#TerusBergerakTerusBerinovasi
@pemkabtmg
@mediacentertemanggung
BAPPERIDA